Kenapa sembah ka’bah?
B: “dul, kenapa kita klo shalat menghadap kabah?berarti khan kita sembah kabah?ya ga?”
A: “lw pernah nonton bola di tv?”
B: “pernah..”
A: “lw nonton pertandingan bolanya apa nonton tvnya?”
B: “ya, pertandingan bolanyalah”
A: “dimana?”
B: “ya di TVlah..”
A: “coba lw buka tvnya, ada pertandingan bolanya ga?”
B: “wah..udah sarap lw dul, ya ga ada lah, yg di layar tv itu gambarnya(smakin bingung)”
A: “nah, coba lw buka dalam tv lw, apakah ada gambar org lagi main bola?”
B: “dul…are u okay?(dgn wajah yg rada stress)”
A: “yeah, im fine..artinya klo kita shalat menghadap kabah itu untuk menyembah Allah walaupun dalam kabah ga ada Allah, paham?(hihi sok menggurui
)
B: “…(dgn raut wajah yg puas
). ”
Alhamdulillah..misi berhasil!
Di masa Nabi Muhammad, awalnya perintah shalat itu ke baitul Maqdis di Palestina. Namun Rasulullah saw berusaha untuk tetap shalat menghadap ke Ka’bah. Caranya adalah dengan mengambil posisi di sebelah selatan Ka’bah. Dengan mengahadap ke utara, maka selain menghadap Baitul Maqdis di Palestina, beliau juga tetap menghadap Ka’bah. Namun ketika beliau dan para shahabat hijrah ke Madinah, maka menghadap ke dua tempat yang berlawanan arah menjadi mustahil. Dan Rasulullah saw sering menengadahkan wajahnya ke langit berharap turunnya wahyu untuk menghadapkan shalat ke Ka’bah.
Hingga turunlah ayat berikut :
“Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit , maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al Kitab memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah : 144)”
Selain kesimpulan yg dapat di ambil dari percakapan di atas, ada pesan khusus yg tersirat kenapa umat islam kalau shalat diwajibkan menghadap kabah?karena Allah dan Rasul-Nya ingin menyerukan kepada umat islam untuk tetap bersatu dan tidak berpecah belah dalam segala hal seperti tagline di blog saya, One Taste, One Spirit and One God.
Wallahualambishowab.
Recent Comments