Archive

Archive for the ‘My Life’ Category

Blog ini di tutup

February 2nd, 2010

Blog ini di tutup sampai jangka waktu yang belum di tentukan karena adminnya lagi beres-beres :D

My Life

Kenapa sembah ka’bah?

December 24th, 2009

B: “dul, kenapa kita klo shalat menghadap kabah?berarti khan kita sembah kabah?ya ga?”

A: “lw pernah nonton bola di tv?”

B: “pernah..”

A: “lw nonton pertandingan bolanya apa nonton tvnya?”

B: “ya, pertandingan bolanyalah”

A: “dimana?”

B: “ya di TVlah..”

A: “coba lw buka tvnya, ada pertandingan bolanya ga?”

B: “wah..udah sarap lw dul, ya ga ada lah, yg di layar tv itu gambarnya(smakin bingung)”

A: “nah, coba lw buka dalam tv lw, apakah ada gambar org lagi main bola?”

B: “dul…are u okay?(dgn wajah yg rada stress)”

A: “yeah, im fine..artinya klo kita shalat menghadap kabah itu untuk menyembah Allah walaupun dalam kabah ga ada Allah, paham?(hihi sok menggurui :P )

B: “…(dgn raut wajah yg puas :) ). ”

Alhamdulillah..misi berhasil!

Read more…

Islam, My Life , ,

KETIKA

September 7th, 2009

- Ketika dadu telah terlempar dan permainan tipu daya semesta telah berkobar
- Ketika isi pojok kanan dari media massa lebih menarik dari dongeng seorang ibu
- Ketika kejujuran polisi di tangguhkan di atas sebatang rokok
- Ketika suara jeritan dan teriakan untuk Jason Mraz lebih histeris sehingga suara tangis bayi dan para ummahat di Palestina teresap oleh kehingarbingarannya
- Ketika Dewan Perwakilan Rakyat dan IMF di suatu ruang diskusi tanpa membuahkan implementasi
- Ketika aparat menghina dan menginjak aktifis sehingga membungkam daya kritis
Read more…

My Life

Petunjuk Jalan

September 7th, 2009

Kita yg pernah terjatuh ke pelosok jauh bahkan hancur dan tak lagi utuh, letih yg merangsang rasio dan nalar, pecahkan sadar di antara jiwa dan fitnah, sedikit demi sedikit kalbu terselimuti pahit, sekejap membutakan hati dan kian menyempit lalu mati sesudah sakit, bertanya tentang batas tipis pada kenyataan yg mengiris. Saat-saat di mana ka’ab bin malik sadari batas definisi nurani dan munafik lalu kembali belajar berdiri dan mencoba menampik. Jalan ini selapang dadamu, jawaban itu bersemi dalam ikhlas jiwamu! bukan kualitas lidah! tapi ketulusan adalah inti permata nurani. Apakah memang kita mampu mengerti tentang empat mata jiwa yg sesungguhnya kita miliki? 2 utk dunia, 2 utk akhirat, utk berpikir kembali dengan hati dan selalu belajar keluar dari pergulatan hakiki antara nurani dan bisikan manusiawi sbg juara sejati…
Read more…

My Life

Gempa yang meruntuhkan dosa-dosaku

September 2nd, 2009

“eh gempa ya…??!!” kata si bos, sekejap semuanya terdiam dan ketika goyangan gedung makin mantab tiba-tiba “betul,betul,betul…kaburrrrrrr” maka semua yg ada di kantor saya pun bergegas keluar, kali ini benar-benar guncangan yg dahsyat yg pernah saya rasakan. Ketika saya hendak keluar, saya melihat teman saya yg berpegang sama pintu dan saya bertanya, “kenapa pegangan sama pintu? ga turun bang?” dan diapun menjawab, “gw udah pasrah dul..”, serentak hati ini berkata “Semoga Allah memberkahi antum”, saya hanya menatapnya dan langsung mengambil ancang-ancang keluar ruangan saya yg berada di lantai 10 dan ketika keluar ruangan saya, saya melihat puluhan bahkan ratusan orang keluar dari “sarang”nya masing-masing menuju satu tempat yaitu TANGGA DARURAT.

Read more…

My Life

Rabithah

August 12th, 2009

Sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati ini telah berpadu, berhimpun dalam naungan cinta-Mu, bertemu dalam ketaatan, bersatu dalam perjuangan, menegakkan syariah dalam kehidupan.

Kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukilah jalan-jalannya, terangilah dengan cahaya-Mu yang tiada pernah padam. Ya Rabbi, bimbinglah kami…

Lapangkanlah dada kami dengan karunia iman dan indahnya tawakal pada-Mu, hidupkan dengan marifat-Mu, matikan dalam syahid di jalan-Mu, Engkaulah Pelindung dan Pembela.

Kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukilah jalan-jalannya, terangilah dengan cahaya-Mu yang tiada pernah padam. Ya Rabbi, bimbinglah kami…

Ya Rabbi, bimbinglah kami…

Ya Rabbi, bimbinglah kami…

Download Rabithah

My Life

Jeritan sang hamba

July 18th, 2009

Kemanakah kalian ketika Al-Quranul karim memohon agar di baca dan menjadi pegangan hidup oleh kalian sehingga diapun menjerit “Ya Abdullah(hamba Allah), aku sedih dan aku malu dimana kaum yahudi saja begitu lengket dengan kitab mereka di manapun mereka berada sedangkan aku, aku di tinggal dan di campakkan, aku hanya menjadi penghias dan penghantar debu di rumah kalian. Aku sering di lecehkan oleh banyak kaum dan kaumku hanya bisa melihat tanpa bisa membela aku, setidaknya bukan untuk aku tapi untuk Allah dan Rasul kalian!”

Kemanakah kalian ketika malam menyelimuti bumi dan keheningan malam menemani tidurmu sehingga malampun menjerit “Ya Abdullah, tidakkah kau sadar bahwa malam ini ada Tamu Istimewa yang datang turun ke Bumi kalian? Dia tidak minta apa-apa melainkan hanya ingin menatap, mendengar dan mengabulkan doa-doa bagi siapa saja yang pada malam ini menyadari fitrah sebagai seorang hamba dan menangis untuk mengemis kasih akan ridha-Nya. Oleh karena itu, Kum (bangunlah)! atas nama Tuhanmu yang Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana”

Kemanakah kalian ketika para kaum fuqara wal masakin(fakir dan miskin) hanya memohon sisa uang dari jerih payah kalian sehingga mereka menjerit dalam hatinya “Ya Abdullah, bukan maksud kami ingin memeras dan meminta-minta sebagian dari harta kalian dan sungguh jalan ini tidak kami sukai tapi bukankah ini bisa membantu kalian membangun istana di surga nanti?bukankah dengan ini bisa menunda murka Allah kepada kalian?dan bukanlah ini yang menjadi alasan kami untuk meminta-minta dan jika ada yang lebih baik dari pada ini maka kami akan lakukan itu. Semoga Tuhan selalu memberikan kami kesabaran dan memberikan keikhlasan kepada hati kalian semua yang telah berbagi dengan kami.”

Kemanakah kalian ketika adzan telah menggema dan pertanda bahwa Allah memanggil kalian sehingga lengkungan nada adzan menjerit “Ya Abdullah, kenapa kalian tidak kesini(masjid)?bukankah Tuhan kalian telah memanggil kalian, apakah ada yang lebih baik dari itu?aku malu, ketika kalian begitu semangat dan begitu bergegas ketika kalian di panggil oleh atasan kalian dan terus bagaimana dengan panggilan ini?apakah di hati kalian panggilan ini tidak lebih menarik dari pada panggilan atasan kalian? Demi Dzat yang hidup kalian ada di tangan-Nya, ini bukan panggilan yang biasa tapi ini panggilan bagi mereka yang rindu akan maghfirah-Nya. Jadi bersiap dan bergegaslah karena panggilan ini begitu indah.”

dan kemanakah kalian ketika Masjid Al-Aqsha memohon pertolongan kalian sehingga dia menjerit “Ya Abdullah, ada di manakah engkau??dimanakah generasi Umar Al-Faruq dan Saad bin Abi Waqash??dimanakah para pemuda yang menghafal surat Al-Anfaal??kenapa kalian hanya bisa menonton??Demi Tuhan yang pernah menjadikan diriku menjadi kiblat kedua, datanglah kemari untuk memerangi mereka yang telah berani melecehkan aku ini dan aku rela jika aku di banjiri dengan warna merah darah syahidmu wahai pejuang Allah setidaknya jika bukan karena aku tapi setidaknya karena Allah dan Rasul kalian!”

Untitled , ,