Bidadariku, i’m sorry…
Dan untuk mereka (yang beriman dan beramal shaleh) didalam surga ada istri-istri yang suci dan mereka kekal didalamnya (Q.S Al-Baqarah : 25)
Ketika saya menulis tulisan ini, saya berharap semoga dia masih seperti permata yang akan selalu terjaga. Setiap manusia memiliki akal dan hati yang di design untuk tak akan pernah sanggup untuk melukiskan betapa eloknya dirimu di sana. Sejak aku lahir, mungkin disana dia selalu berdoa
“Ya Tuhan, peliharalah dia dan jagalah dia untuk diriku nanti”.
Demi Tuhan yang selalu menjaga kesucianmu, ketika diri ini sudah dewasa maka dia kembali berdoa
“Ya Tuhan, Bimbinglah dia agar dia mendapatkan istri yang bisa membahagiakannya walau aku cemburu jika dia menjadi miliknya tapi Demi Allah jika itu membuatnya semakin bertakwa kepadamu maka aku ikhlas untuk berbagi dengan pujaan hatinya”.
Bidadariku, jika kau rela berbagi senyummu untuk bumi ini maka bersinarlah bumi ini dengan keindahan yang sempurna. Dia bahagia ketika aku selalu memikirkan dia, dia tersipu malu ketika setiap dalam sujudku aku selalu berdoa agar dapat bersanding dengannya kelak akan tetapi Dia cemburu ketika aku sudah mulai mengalihkan pandanganku, dia marah dan sedih ketika aku sudah mulai sedikit melupakannya sewaktu diri ini bersujud, wajahnya cemberut bak bulan yg kehilangan sinarnya dan senyum simpulnyapun hilang di telan gelombang cemburu ketika aku jatuh ke pelukan selain dirinya. Di setiap langkahku, aku mencoba menahan pandanganku tapi susah rasanya hati dan mata ini bekerja sama sehingga iman dan nafsu sering bertarung atas nama mahabbah di dalam hati ini. Jika dirimu ada di sini maka aku rasa tak perlu aku menulis tulisan ini tapi Tuhan Maha Adil karena dengan tiadanya dirimu di sini membuat aku semakin rindu dan semakin bersabar untuk mendapatkanmu agar kau tahu seberapa ikhlas diriku untuk mendapatkan dirimu karena aku tak punya apa-apa untuk bisa mendapatkanmu selain keikhlasan dalam setiap ibadahku kepada-Nya.
Bidadariku, maafkan aku jika aku pernah membuatmu sedih, kecewa atau apalah itu namanya karena aku bukan sebangsa malaikat tapi aku hanyalah tanah yang di poles dengan bantuan setetes air yang hina sedangkan kau sungguh sempurna dan nyaris tanpa cacat. Kerendahan hatimu hingga senyum ramahmu, selalu terasa hadirmu menembus dua alamku memecahkan kebisuan waktu. Mungkin sekarang aku tidak bersamamu dan doakan aku agar suatu saat nanti kita bisa bersanding di tempat yang terbuat dari emas dengan di kelilingi oleh sungai-sungai yang mengalir dan pohon-pohon buah yang tinggi menjulang (boleh dong gw ngarep :P), amin…
Recent Comments